Templates by BIGtheme NET

Peran ilmu komunikasi dalam menangkal pemikiran Radikalisme di Dunia maya.

Ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara beromunikasi serta menggunakan berbagai alat komunikasi sebagai saran komunikasi terhadap masyarakat,serta komuikasi juga dapat dikataka terjadi dengan sempurna apaila adanya Komunikator dan komunikan dan ada pesan yang disampaikan kemudian yang diharapkan adalah terjadinya efek atau feedback dari komunikasi yang terjadi.

Ada 6 unsur-unsur komunikasi yaitu

  • Komunikator ialah orang yang bertindak atau bertugas menyampaikan pesan .
  • Pesan ialah keseluruhan dari apa yang ingin disampaikan oleh komunikator, dalam hal ini pesan bisa berbentuk kata-kata, gambar atau lain sebagainya .
  • Media ialah dimana ada sarana untuk kita dapat menyampaikan pesan dar komunikator.
  • Komunikan ialah orang yang menerima pesan dari komunikator.
  • Feedback/ Umpan balik ialah respon dari seseorang terhadap pesan yang disampaikan oleh komunikator.
  • Effect ialah perbedan yang bisa kita amati terhadap si komunikan sebelum atau sesudah disampaikannya pesan.

Itulah perkenala awal terhadap ilmu komunikasi, ilmu komunikasi bisa jadi garda terdepan kita dalam menangkal yang namanya penyebar luasan pemikiran radikalisme ata tindakan kekerasan lewat sosial media atau dunia maya, komunikasi yang baik akan terjadi suatu effek yang baik juga apabila komunikasi yang kita lakukan secara terorganisir maka tujuan dari semua oknum-oknum yang memanffaatkan komunikasi sebagi alat pemecah bela suatu bangsa akan dapat terwujud dengan sangat baik.

Media yang dimaksud dalam unsur-unsur komunikasi tersebut tidak hanya sebatas media massa, media cetak ataupun media elektronik melainkan juga termasuk didalamnya media sosial yang belakangan ini sangat luar biasa perkembangannya dan sangat luar biasa efeknya yang dapat dialami oleh semua unsure masyarakat dari yang mulai paling muda hingga paling dewasa ataupun orangtua. Perkembangan sosial media awal pembentukannya sangat berpengaruh positive dalam kehidupan sehari – hari masyrakat masyarakat sangat terbantu aktifitasnnya karena ada sosial media buktinyata ialah mereka tidak harus pergi jauh-jauh ke kampong untuk bisa bertatap muka dengan orang tersayang atau apapun itu melainkan hanya dengan sekali Klik saja mereka dapat bertatap muka (VideoCall).

Radikal dalam bahasa Indonesia berarti amat keras menuntut perubahan. Sementara itu, radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara drastis dan kekerasan. Dalam perkembangannya, menurut penulis, bahwa radikalisme kemudian diartikan juga sebagai faham yang menginginkan perubahan besar.

 

Menurut Horace M Kallen, radikalisme ditandai oleh tiga kecenderungan umum.

  • Pertama, radikalisme merupakan respons terhadap kondisi yang sedang berlangsung. Respons tersebut muncul dalam bentuk evaluasi, penolakan, atau bahkan perlawanan. Masalah-masalah yang ditolak dapat berupa asumsi, ide, lembaga, atau nilai-nilai yang dapat bertanggung jawab terhadap keberlangsungan keadaan yang ditolak.

 

  • Kedua, radikalisme tidak berhenti pada upaya penolakan, melainkan terus berupaya mengganti tatanan lain. Ciri ini menunjukkan bahwa di dalam radikalisme terkandung suatu program atau pandangan dunia (world view) tersendiri. Kaum radikalis berupaya kuat untuk menjadikan tatanan tersebut sebagai ganti dari tatanan yang sudah ada.

 

  • Dan ketiga, kaum radikalis memiliki keyakinan yang kuat akan kebenaran program atau ideologi yang mereka bawa. Dalam gerakan sosial, kaum radikalis memperjuangkan keyakinan yang mereka anggap benar dengan sikap emosional yang menjurus pada kekerasan.

 

kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memanfaatkan jejaring sosial berkonten video seperti YouTube untuk menyebarkan paham mereka. Bahkan tak hanya itu. Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan blog juga menjadi sarana untuk menyebarkanideologi.
(info:http://www.kompasiana.com/sorayaab81/media-sosial-pola-penyebaran-paham-teroris_55cc39ecf27e61c304238a46)

Kemudian timbul pertanyaan apa yang dapat dilakukan oleh ilmu komunikasi dalam hal pencegahan pemikiran radikalisme lewat sosial media ?

Jelas ilmu komunikasi disini bisa mendapatkan peran yang cukup dan dapat dilakukan dengan menggunakan 6 unsur komunikasi dalam hal pencegahan pemikiran radikalisme lewat sosial media. Adanya komunikator yaitu adanya orang yang menyampaikan pesan ini bisa siapa saja mungkin yang tergerak dalam hal pencegahan terorisme di sosmed si komunikator bisa dengan secara continued menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan komunikator juga harus bisa menguasai sosial media.

Kemudian adanya pesan yang disampaikan dalam hal ini pesan tersebut jelas secara otomatis harus bersifat positive dan mengandung pesan-pesan perdamaia dan pesan ini harus terus-menerus berubah dan jikalau bisa bahasa yang digunakan ialah bahasa yang sangat gampang dan mudah dimengerti oleh teman-teman muda karena user terbesar sosial media ialah anak-anak muda, dan seperti penjelasan diatas bawasannya pesan yang disampaikan tidak harus dan selalu dalam berbentuk kata-kata bisa dengan meme ataupun video parody ataupun dubsmash.

Adanya media jelas media yang kita pakai ialah media sosial bisa meliputi facebook, twitter, instagram, path atau lain sebagainya.

Adanya komunikan ialah komunikan yang kita maksud adalah mereka-mereka yang berkecimpung dalam sosial media

Adanya respon kita dapat melihat respon seseorang konsen atau tidak tertarik atau tidak dari Like atau komentar.

Dan adanya efek, efek yang kita harapkan disini adalah bagaimana tindakan penyebaran-penyebaran pemikiran radikalsme tidak marak disosial media dan tidak mengancam generasi muda.

Benar bawasannya apa yang tertera diatas tidak akan berhasil apabila tidak ada kerja sama yang baik di masing-masing individu. Dan kita berharap jika para oknum yang ingin memecah belah bangsa ini menjalin komunikasi yang baik sehingga tercapai apa yang dicita-citakannya, ayo dong, come on masing-masing dari kita adalah anak-anak ibu pertiwi, anak-anak ibu pertiwi yang nasib bangsa nan luas ini ada di tangan atau pundak kita masing-masing, perkuatlah komunikasi diantara kita, rapatkan barisan dan katakan kam tidak takut. Salam.FamdMp